Sabtu, 09 Oktober 2010

Model-Model Pembelajaran Matematika

1. Model Pemerosesan Informasi

a) Model berpikir induktif

b) Latihan inquiri

c) Pemerolehan konsep

d) Edvance or advance organizier

2. Model Interaksi Sosial

a) Model penelitian kelompok

b) Model penelitian sosial

c) Model metode labolatorium

d) Model juris prodensial

e) Model bermain peran

f) Model simulasi sosial

3. Model pribadi

a) Model synectic

b) Model pertemuan/tatap muka

4. Model prilaku

a) Model pengawasam diri

b) Reduksi tekanan jiwa

5. Model Kooperatif

a) Jigsaw

b) STAD

6. Tutor Sebaya

7. Pemberdayaan Teknologi

a) Kalkulator sebagai alat pembelajaran matematika

b) Komputer dalam pemebelajaran matematika

Pendekatan Pembelajaran Matematika

1. Pendekatan Pembelajaran I

a) Konstruktivis

b) Induktif

c) Deduktif

d) Spiral

2. Pendekatan Pembelajaran II

a) Problem solving

· Memahami masalah

· Merencanakan penyelesaian

· Melaksanakan perhitungan

· Memeriksa kembali proses dan hasil

Strategi Pemecahan Masalah

1) Strategi act it out

2) Membuat gambar atau diagram

3) Menemukan pola

4) Membuat tabel

5) Memperhatikan semua kemungkinan secara sistemats

6) Tebak dan periksa

7) Strategi kerja mundur

8) Menentukan yang diketahui, ditanyakan dan informasi yang diperlukan

9) Menggunakan kalimat terbuka

10) Mengubah sudut pandang

b) Open ended

c) Realistik math

d) Cotntekstual teaching and learning

· Konstruktivis

· Bertanya

· Menemukan

· Pemodelan

· Refleksi

· Penilaian sebenarnya

Jumat, 03 September 2010

Justin Beiber-Down to earth liryc

I never thought that it be easy
Cause we both so distance now
And the walls are closing in on us
And we're wondering how
No one has a solid answer
But just walking in the dark
And you can see the look on my face
It just tells me apart

So we fight (so we fight) through the hurt (through the hurt)
And we cry (and cry and cry and cry)
And we live (and we live) and we learn (and we learn)
And we try and try and try and try

So its up to to you and its up to me
That we meet in our middle way
On our way back down to earth
Down to earth down to earth
On our way back down to earth
(back down to earth - repeat)

Mommy you'll always and somewhere
And daddy I live outta down
So tell me how could I ever be normal somehow
You tell me this is for the best
So tell me why am I in tears
So far away and now I just need you here

So we fight (so we fight) through the hurt (through the hurt)
And we cry (and cry and cry and cry)
And we live (and we live) and we learn (and we learn)
And we try and try and try and try

So its up to to you and its up to me
That we meet in our middle way
On our way back down to earth
Down to earth down to earth
On our way back down to earth
(back down to earth - repeat)

We fell so far away from where we used to be
Now we're standing and were do we go
When there's no road to get to your heart
Let's start over again

So its up to to you and its up to me
That we meet in our middle way
On our way back down to earth
Down to earth down to earth
On our way back down to earth
(back down to earth - repeat)

I never thought that it be easy
Cause we both so distance now
And the walls are closing in on us
And we're wondering how.

Jumat, 06 Agustus 2010

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Menurut definisinya, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Mengapa pendidikan anak usia dini itu penting? Ya, karena masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama, sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya.
Periode emas ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya, hingga masa dewasa. Pahami, masa emas ini hanya datang sekali! Apabila terlewat, berarti habis sudah peluang Anda.
Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini dalam bentuk pemberian rangsangan-rangsangan (stimulasi) dari lingkungan terdekat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan anak.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:
• Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
• Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Adapun rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.
Berikut beberapa ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini :
• Infant (0-1 tahun)
• Toddler (2-3 tahun)
• Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
• Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)
Saat ini, sudah ada beberapa satuan pendidikan penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini, diantaranya adalah :
• Taman Kanak-kanak (TK)
• Raudatul Athfal (RA)
• Bustanul Athfal (BA)
• Kelompok Bermain (KB)
• Taman Penitipan Anak (TPA)
• Satuan PAUD Sejenis (SPS)
• Sekolah Dasar Kelas Awal (kelas 1,2,3)
• Bina Keluarga Balita
• Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
• Keluarga
• Lingkungan
Tidak bisa dipungkiri, pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini.

Senin, 14 Juni 2010

Always be my baby-David Cook

We were as one babe

For a moment in time

And it seemed everlasting

That you would always be mine


Now you want to be free

So I’m letting you fly

Cause I know in my heart babe

Our love will never die

No!


You’ll always be a part of me

I’m a part of you indefinitely

Girl don’t you know you can’t escape me

Ooh darling cause you’ll always be my baby

And we’ll linger on

Time can’t erase a feeling this strong

No way you’re never gonna shake me

Ooh darling cause you’ll always be my baby


I ain’t gonna cry no

And I won’t beg you to stay

If you’re determined to leave girl

I will not stand in your way

But inevitably you’ll be back again

Cause ya know in your heart babe

Our love will never end no


You’ll always be a part of me

I’m part of you indefinitely

Girl don’t you know you can’t escape me

Ooh darling cause you’ll always be my baby

And we’ll linger on

Time can’t erase a feeling this strong

No way you’re never gonna shake me

Ooh darling cause you’ll always be my baby


I know that you’ll be back girl

When your days and your nights get a little bit colder oooohhh

I know that, you’ll be right back, babe

Ooooh! baby believe me it’s only a matter of time


You’ll always be apart of me

I’m part of you indefinitely

Girl don’t you know you can’t escape me

Ooh darling cause you’ll always be my baby

And we’ll linger on

Time can’t erase a feeling this strong

No way you’re never gonna shake me

Ooh darling cause you’ll always be my my baby….


You’ll always be apart of me (you will always be)

I’m part of you indefinitely

Girl don’t you know you can’t escape me

Ooh darling cause you’ll always be my baby

And we’ll linger on (we will linger on….)

Time can’t erase a feeling this strong

No way you’re never gonna shake me

Ooh darling cause you’ll always be my baby


Always be my baby



Koleksi David Cook yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu David Cook – Always be my baby
Gambar Artis Indonesia

Senin, 12 April 2010

My Liryc


Justin bieber ft Ludacris - Baby

Ohh wooaah Ohh wooaah Ohh wooaah
You know you love me, I know you care
Just shout whenever, And I'll be there
You want my love, You want my heart
And we will never ever-ever be apart

Are we an item? Girl quit playing
"We're just friends"
What are you sayin?
said theres another and looked right in eyes
My first love broke my heart for the first time,

And I was like
Baby, baby, baby oohh
Like baby, baby, baby noo
Like baby, baby, baby ooh
Thought you'd always be mine, mine

Baby, baby, baby oohh
Like baby, baby, baby noo
Like baby, baby, baby ohh
Thought you'd always be mine, mine

oh oh
For you, I would have done whatever
And I just cant believe we ain't together
And I wanna play it cool, But I'm losin' you
I'll buy you anything, I'll buy you any ring
And I'm in pieces, Baby fix me
and just shake me til' you wake me from this bad dream

I'm going down, down, down, down
And I just can't believe, my first love won't be around

And I'm like,
Baby, baby, baby oooh
Like baby, baby, baby noo
Like baby, baby, baby ooh
Thought you'd always be mine, mine

Baby, baby, baby oooh
Like baby, baby, baby noo
Like baby, baby, baby ooh
Thought you'd always be mine, mine

Luda, When I was thirteen, I had my first love
There was nobody that compaired to my baby
And nobody came between us
that could ever come above
She had me going crazy
Oh I was starstruck
She woke me up daily
Don't need no Starbucks
She make my heart pound[wwwhhhooo]
and skip a beat when I see her in the street
and, At school, on the playground
But I really wanna see her on a weekend
She knows she got me dazing
Cuz she was so amazing
And now, my heart is breakin'
But I just keep on sayin'..

Baby, baby, baby ohh
Like baby, baby, baby noo
Like baby, baby, baby ohh
Thought you'd always be mine, mine

Baby, baby, baby ooh
Like baby, baby, baby noo
Like baby, baby, baby oooh
Thought you'd always be mine, mine

(Now I'm all gone)
Yeah, Yeah, Yeah
Yeah Yeah Yeah
(Now I'm all gone)
Yeah, Yeah, Yeah
Yeah, Yeah, Yeah

(Now I'm all gone)
Yeah, Yeah, Yeah
Yeah, Yeah, Yeah
Now I'm all gone, gone, gone, ooh
I'm gone

Menciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Kondusif

oleh:Mahmuddin Februari 18, 2010

Salah satu faktor penting yang dapat memaksimalkan kesempatan pembelajaran bagi anak adalah penciptaan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Lingkungan pembelajaran dalam hal ini, adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran dilaksanakan. Sedangkan kondusif berarti kondisi yang benar-benar sesuai dan mendukung keberlangsungan proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan interaksi antara anak dengan lingkungannya, sehingga pada diri anak terjadi proses pengolahan informasi menjadi pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai hasil dari proses belajar.

Lingkungan belajar dapat diciptakan sedemikian rupa, sehingga dapat memfasilitasi anak dalam melaksanakan kegiatan belajar. Lingkungan belajar dapat merefleksikan ekspektasi yang tinggi bagi kesuksesan seluruh anak secara individual. Dengan demikian, lingkungan belajar merupakan situasi yang direkayasa oleh guru agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Menurut Saroni (2006) dalam Kusmoro (2008), lingkungan pembelajaran terdiri atas dua hal utama, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

Lingkungan fisik dalam hal ini adalah lingkungan yang ada disekitar siswa belajar berupa sarana fisik baik yang ada dilingkup sekolah, dalam hal ini dalam ruang kelas belajar di sekolah. Lingkungan fisik dapat berupa sarana dan prasarana kelas, pencahayaan, pengudaraan, pewarnaan, alat/media belajar, pajangan serta penataannya. Sedangkan lingkungan sosial merupakan pola interaksi yang terjadi dalam proses pembelajaran. Interaksi yang dimaksud adalah interkasi antar siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan sumber belajar, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, lingkungan sosial yang baik memungkinkan adanya interkasi yang proporsional antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

Menurut Mulyasa (2006), dalam upaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi anak, guru harus dapat memberikan kemudahan belajar kepada siswa, menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai, menyampaikan materi pembelajaran, dan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar. Oleh karena itu, peran guru selayaknya membiasakan pengaturan peran dan tanggung jawab bagi setiap anak terhadap terciptanya lingkungan fisik kelas yang diharapkan dan suasana lingkungan sosial kelas yang menjadikan proses pembelajaran dapat berlangsung secara bermakna. Dengan terciptanya tanggung jawab bersama antara anak dan guru, maka akan tercipta situasi pembelajaran yang kondusif dan bersinergi bagi semua anak (Kusmoro, 2008).

Desain Lingkungan fisik

Dalam manajemen kelas efektif, lingkungan fisik merupakan faktor yang sangat penting. Oleh Karena itu, lingkungan fisik harus dapat didesain secara baik dan lebih dari sekedar penataan barang-barang di kelas. Menurut Everston et al. (2003) dalam Santrock (2008), terdapat empat prinsip yang dapat dipakai dalam menata kelas, yaitu:

* Kurangi kepadatan di tempat lalu lalang. Daerah ini antara lain area belajar kelompok, bangku siswa, meja guru, dan lokasi penyimpanan alat tulis, rak buku, computer dan lokasi lainnya. Area-area harus dapat dipisahkan sejauh mungkin dan dipastikan mudah diakses, karena gangguan dapat terjadi pada daerah yang sering dilewati.
* Pastikan bahwa Guru dapat dengan mudah melihat semua anak. Sebagai manajer kelas, guru penting untuk memonitor anak secara cermat. Pastikan ada jarak pandang yang jelas dari meja guru, lokasi instruksional, meja anak, dan semua anak.
* Materi Pengajaran dan Perlengkapan anak harus mudah diakses. Hal ini akan meminimalkan waktu persiapan dan perapian, serta mengurangi kelambatan dan gangguan aktivitas.
* Pastikan siswa dapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas. Tentukan di mana anda dan siswa anda akan berada saat presentasi kelas diadakan. Pada aktivitas ini, anak tidak boleh memindahkan kursi atau menjulurkan lehernya.

Dalam mengorganisasikan ruang fisik kelas, juga sangat ditentukan oleh tipe aktivitas pembelajaran yang direncanakan untuk dilaksanakan oleh anak. Dalam hal ini, perbedaan level kelas, kecepatan materi antar kelas, aktivitas kelompok dan aktivitas individual harus dapat terakomodasi secara fleksibel dalam penataan lingkungan fisik kelas. Menurut Renne (2007) dalam Santrock (2008), penataan kelas standar dapat dilakukan dalam lima gaya penataan, yaitu auditorium, tatap-muka, off-set, seminar, dan klaster.

1. Gaya auditorium, gaya susunan kelas di mana semua siswa duduk menghadap guru.
2. Gaya tatap muka, gaya susunan kelas di mana siswa saling menghadap.
3. Gaya off-set, gaya susunan kelas di mana sejumlah siswa (biasanya tiga atau empat anak) duduk di bangku, tetapi tidak duduk berhadapan langsung satu sama lain.
4. Gaya seminar, gaya susunan kelas di mana sejumlah besar siswa (sepuluh atau lebih) duduk disusunan berbentuk lingkaran, atau persegi, atau bentuk U.
5. Gaya klaster, gaya susunan kelas di mana sejumlah siswa (biasanya empat sampai delapan anak) bekerja dalam kelompok kecil.

Penataan susunan meja yang mengelompok dapat mendorong interaksi sosial di antara siswa. Sedangkan susunan meja yang berbentuk lajur akan mengurangi interaksi sosial di antara siswa dan mengarahkan perhatian siswa kepada guru. penataan meja dalam lajur-lajur dapat bermanfaat bagi anak pada saat mengerjakan tugas individu, sedangkan meja yang disusun mengelompok akan membantu proses belajar kooperatif (Santrock, 2008).

Menurut Weinstein dan Mignano (1997) dalam santrock (2008), kelas juga penting untuk dilakukan personalisasi, meskipun bagi sekolah yang menggunakan sistem moving class terdapat beberapa kelas yang belajar dalam satu hari. Personalisasi kelas dapat dilakukan dengan memasang foto siswa, karya siswa, tugas, diagram tanggal lahir siswa (SD), ekspresi siswa yang positif serta media pembelajaran yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari anak. Personalisasi ini, dapat bermanfaat sebagai inspirasi dan motivasi untuk belajar bagi anak serta dapat menjadi sumber belajar bagi anak. Selain itu, modifikasi pajangan dinding yang up to date dapat memberikan kesan dinamisasi lingkungan, anak mendapatkan objek pandang yang senantiasa bermakna bagi proses belajar.

Pengelolaan kelas yang positif untuk pembelajaran

Dalam rangka memaksimalkan proses pembelajaran, anak memerlukan lingkungan positif. Untuk menciptakan lingkungan positif diperlukan strategi manajemen kelas, dan strategi positif untuk membuat anak mau bekerja sama. Menurut Santrock (2008), strategi umum manajemen kelas untuk menciptakan lingkungan positif bagi anak mencakup penggunaan gaya otoritatif dan manajemen kelas secara efektif.

Gaya manajemen kelas otoritatif berasal dari gaya parenting, di mana guru yang otoritatif akan mempunyai siswa yang cenderung mandiri, tidak cepat puas, mau bekerja sama dengan teman, dan menunjukkan penghargaan diri yang tinggi. Strategi manajemen kelas otoritatif, mendorong siswa untuk menjadi pemikir yang independen dan pelaku yang independen, tetapi strategi ini masih menggunakan sedikit monitoring siswa. Guru otoritatif akan menjelaskan aturan, regulasi dan menentukan standar dengan masukan dari siswa. Gaya otoritatif bertentangan dengan gaya otoritarian dan permisif yang tidak efektif.

Gaya manajemen kelas otoritarian fokus utamanya adalah menjaga ketertiban di kelas, bukan pada pengajaran dan pembelajaran. Guru otoriter sangat mengekang dan mengontrol perilaku siswa, sehingga siswa di kelas cenderung pasif, tidak berinisiatif dalam aktivitas, memiliki keterampilan komunikasi yang buruk. Sedangkan gaya manajemen kelas yang permisif, memberi banyak otonomi pada siswa tapi tidak memberi banyak dukungan untuk pengembangan keahlian pembelajaran atau pengelolaan perilaku. Siswa di kelas permisif, cenderung punya keahlian akademik yang tidak memadai dan control diri yang rendah.

Manajemen kelas secara efektif adalah upaya yang dilakukan guru dalam mengelola aktivitas kelas secara efektif. Menurut Santrock (2008), Guru efektif berbeda dengan guru yang tidak efektif bukan dalam cara merespon perilaku menyimpang siswa, tetapi berbeda dalam cara mereka mengelola aktivitas kelompok secara kompeten. Guru yang berperan sebagai manajer kelas yang efektif senantiasa mengikuti apa yang terjadi, selalu memonitor siswa secara regular, sehingga dapat mendeteksi perilaku yang salah jauh sebelum perilaku itu lepas kendali. Guru yang efektif mampu mengatasi situasi yang over-lapping secara efektif, menjaga kelancaran dan kontuinitas pelajaran, serta melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas yang menantang.

Agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar, maka kelas perlu punya aturan dan prosedur yang jelas. Tanpa aturan dan prosedur yang jelas, bisa memunculkan kesalahpahaman yang bisa melahirkan kekacauan. Aturan dan prosedur adalah pernyataan ekspektasi tentang perilaku. Aturan fokus pada ekspektasi umum atau spesifik atau standar perilaku, cenderung tidak berubah karena mengatur dasar-dasar tindakan terhadap orang lain, diri sendiri dan tugas, seperti menghargai orang lain, tidak mengunyah permen karet di kelas. Sedangkan prosedur berisi tentang ekspektasi tentang perilaku namun biasanya diterapkan untuk aktivitas spesifik dan diarahkan untuk mencapai suatu tujuan, bukan untuk melarang suatu perilaku. Prosedur dimungkinkan untuk bisa berubah karena rutinitas atau aktivitas kelas bisa berubah, misalnya prosedur suatu kelas menyatakan bahwa setelah masuk kelas siswa harus mengerjakan suatu soal, akan tetapi suatu hari guru bisa mengubahnya dengan membolehkan siswa menyelesaikan tugas yang belum selesai.

Pembuatan aturan dan prosedur dapat dirumuskan oleh guru dan dijelaskan ke siswa, namun guru dapat pula melibatkan siswa dalam merumuskan aturan dan prosedur kelas untuk menanamkan rasa tanggung jawab siswa terhadap aturan dan prosedur. Proses ini dapat menjadi sarana untuk menjalin hubungan yang positif dengan siswa dan melatih mereka untuk berbagi dan mengemban tanggung jawab.

Upaya menciptakan lingkungan positif bagi siswa dapat pula dilakukan dengan memberikan hadiah terhadap perlaku yang tepat. Untuk pemberian imbalan dalam mengelola kelas, guru harus dapat memilih penguat yang efektif, menggunakan prompt dan shapping secara efektif. Menggunakan imbalan yang mengandung informasi tentang kemampuan siswa yang bisa meningkatkan motivasi intrinsik dan rasa tanggung jawab siswa, bukan untuk mengontrol perilaku.

Menurut Naim (2009), ada dua aspek penting yang perlu dikembangkan oleh seorang guru sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi siswa, yaitu pribadi guru dan suasana pembelajaran. Perpaduan kedua aspek tersebut akan menjadikan dimensi inspiratif semakin menemukan momentum untuk mengkristal dan membangun energi perubahan positif dalam diri siswa. Kepribadian guru sebagai orang dewasa dapat menjadi model sekaligus pengarah dan fasilitator belajar yang tercermin dari suasana atau iklim pembelajaran yang diciptakan di dalam kelas. Kedua aspek ini, pada gilirannya akan mampu mengakumulasi potensi diri para siswa untuk semakin meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.

Rabu, 31 Maret 2010

SOSIOLOGI PENDIDIKAN

Oleh: Hartoto

Pada dasarnya, sosiologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sosiologi umum dan sosiologi khusus. Sosiologi umum menyelidiki gejala sosio-kultural secara umum. Sedangkan Sosiologi khusus, yaitu pengkhususan dari sosiologi umum, yaitu menyelidiki suatu aspek kehidupan sosio kultural secara mendalam. Misalnya: sosiologi masayarakat desa, sosiologi masyarakat kota, sosiologi agama, sosiolog hukum, sosiologi pendidikan dan sebagainya.Jadi sosiologi pendidikan merupakan salah satu sosiologi khusus.

Beberapa defenisi sosiologi pendidikan menurut beberapa ahli:
1. Menurut F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengantata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian,dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan.
2. Menurut H.P. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of Sociology” dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi ia tergolong applied sociology.
3. Menurut Prof. DR S. Nasution,M.A., Sosiologi Pendidikana dalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.
4. Menurut F.G Robbins dan Brown, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.
5. Menurut E.G Payne, Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.
6. Menurut Drs. Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.
Dari beberapa defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan, baik itu struktur, dinamika, masalah-masalah pendidikan, ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis.

DAFTAR PUSTAKA
H. Gunawan, Ary. 2006. Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hartoto. 2008. Defenisi Sosiologi Pendidikan. Online (http://www.fatamorghana. wordpress.com, diakses 20 Maret 2008).

Rabu, 24 Maret 2010

MODEL PEMBELAJARAN SIMULASI SOSIAL

MODEL PEMBELAJARAN SIMULASI SOSIAL


Simulasi telah diterapkan dalam pendidikan sejak lebih dari tiga puluh tahun. Pelopornya di antaranya adalah Sarene Boocock dan Harold Guetzkow, walau model simulasi bukan berasal dari disiplin ilmu pendidikan. Tapi merupakan penerapan dari prinsip cybernetic, suatu cabang dari psikologi cybernetic adalah suatu studi perbandingan antara mekanisme kontrol manusia (biologis) dengan sistem elektromekanik, seperti komputer. Jadi, berdasarkan teori sibernetika, ahli psikologi menganalogikan mekanisme kerja manusia seperti mekanisme mesin elektronik. Menganggap siswa (pembelajar) sebagai suatu sistem yang apat mengendalikan umpan balik sendiri (self regulated feedback).

Sistem kendali umpan balik ini, baik pada manusia atau mesin (seperti komputer) mempunyai tiga fangsi, (1) menghasilkan gerakan/tindakan sistem terhadap target yang diinginkan (untuk mencapai tujuan tertentu yang diinginkan), (2) membandingkan dampak dari tindakannya tersebut apakah sesuai atau tidak dengan jalur/rencana yang seharusnya (mendeteksi kesalahan), dan (3) memanfaatkan kesalahan (error) untuk mengarahkan kembali ke arah/jalur yang seharusnya.

Prosedur Pembelajaran
Proses simulasi tergantung pada peran guru/fasilitator. Ada empat prinsip yang harus dipegang oleh fasilitator/guru.
1. Pertama adalah penjelasan.
Untuk melakukan simulasi pemain harus benar-benar memahami aturan main.
Oleh karena itu, guru/fasilitator hendaknya memberikan penjelasan dengan sejelas-jelasnya tentang aktivitas yang harus dilakukan berikut konsekuensi-konsekuensinya.
2.Kedua adalah mengawasi (refereeing).
Simulasi dirancang untuk tujuan tertentu dengan aturan dan prosedur main tertentu. Oleh karena itu guru/fasilitator harus mengawas jalannyasimulasi sehingga berjalan sebagaimana seharusnya.
3. Ketiga adalah melatih (coaching).
Dalam simulasi, pemain/peserta akan mengalami kesalahan. Oleh karena itu guru/fasilitator harus memberikan saran, petunjuk atau arahan sehingga memungkinkan mereka tidak melakukan kesalahan yang, sama. Dan keempat adalah diskusi.

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

SMP
WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU
VARIABEL
A. Persamaan Linear Satu Variabel
Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan dengan tanda
sama dengan (=) dan hanya memiliki satu variabel berpangkat satu.
Contoh:
1. x - 4 = 0
2. 5x + 6 = 16
Catatan :
Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung satu atau lebih variabel dan belum
diketahui nilai kebenarannya.
contoh: x + 2 =5
p + 1 = 7
x dan p disebut variabel
A.1. Menyelesaikan Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)
1. Menambah atau mengurangi kedua ruas (kanan kiri) dengan bilangan yang sama
contoh :
1. Carilah penyelesaian dari : x + 10 = 5
Jawab : hal pertama yang harus kita selesaikan adalah bagaimana menghilangkan angka
10. Angka 10 dihilangkan dengan menambahkan lawan dari 10 yaitu -10
sehingga PSLV tersebut menjadi :
x + 10-10 = 5-10
x = -5
2. Carilah penyelesaian dari : 2x - 5 = 11
jawab :
lawan dari -5 adalah 5
SMP - 2
WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
sehingga PSLV tersebut menjadi :
2x - 5 + 5= 11 + 5
2x = 16
x =
2
16 = 8
2. Mengalikan atau membagi kedua ruas (kanan kiri) dengan bilangan yang sama
Suatu PLSV dikatakan ekuivalen (sama) apabila kedua ruas dikalikan atau dibagi
dengan bilangan yang sama.
contoh :
Tentukan penyelesaian dari :
3
2x = 6
jawab :
(1) kalikan kedua ruas dengan penyebutnya (dalam soal di atas adalah 3)
3
2x . 3 = 6 . 3
2x = 18
(2) bagi kedua ruas dengan koefisien dari x yaitu 2
2
2x =
2
18
x = 9
2. Menyelesaikan PLSV dengan menggunakan lawan dan kebalikan bilangan
contoh :
Carilah penyelesaian dari :
3 (3x + 4) = 6 ( x -2)
jawab :
9x + 12 = 6x – 12
9x – 6x = -12-12
SMP - 3
WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
3x = -24
x =
3
− 24
= -8
B. Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
Pertidaksamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dinyatakan dengan
menggunakan tanda/lambang ketidaksamaan/pertidaksamaan dengan satu variable
(peubah) berpangkat satu.
Lambang pertidaksamaan Arti
> Lebih dari
≥ Lebih dari atau sama dengan
< Kurang dari
≤ Kurang dari atau sama dengan
≠ Tidak sama dengan
contoh :
3x + 6 ≥ 2x – 5 ; 5q – 1 < 0
x dan q disebut variabel
B.1. Menyelesaikan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PLSV)
1. Menambah atau mengurangi kedua ruas (kanan kiri) dengan bilangan yang sama
contoh :
carilah penyelesaian x + 6 ≥ 8
jawab :
x + 6 – 6 ≥ 8 – 6
x ≥ 2
2. Mengalikan atau membagi kedua ruas (kanan kiri) dengan bilangan yang sama
contoh :
1. Carilah penyelesaian 2x – 4 < 10
jawab :
SMP - 4
WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
2x – 4 + 4 < 10 + 4
2x < 14
2
2x <
2
14
x < 7
2. Carilah penyelesaian 3 –4x ≥ 19
jawab :
-3 +3 - 4x ≥ 19 - 3
-4x ≥ 16
4
− 4x

4
16
- x ≥ 4
Kalikan kedua ruas dengan bilangan negatif (tanda pertidaksamaan harus
dibalik) sehingga menjadi sbb:
x ≤ - 4