A. Pengertian
Motivasi menurut Curzon (1983) berasal dari kota motus, movere = to move yang didefinisikan oleh ahli-ahli psikologi sebagai gejala yang meliputi golongan dan periaku yang mencari tujuan pribadi; kecendrungan untuk melakukan kegiatan yang berawal dengan stimulus atau dorongan yang kuat dan berakhir dengan respons penyesuaian yang tepat; yang membangun mengatur dan menunjang pola prilaku. Ada juga yang menjelaskan bahwa motivasi berasal dari kata motive yang aryinya dorongan atau kehendak, yang menyebabkan timbulnya semacam kekuatan sehingga seseorang bertindak atau bertingka laku. Motif itu mempunyai tujuan dalam psikologi disebut incentive, yang dapat didevinisikan dengan tujuan yang menjadi arah suatu kegiatan bermotif. Misalnya orang yang sudah suatu hari tidak makan, motifnya adalah lapar, insentifnya adalah makan. Oleh karena itu perilaku itu dilatarbelakangi oleh suatu motif, ia disebut juga “perilaku bermotif” yang dapat diartikan dengan tingkah laku yang dilator belakangi oleh adanya kebutuhan dan diarahkan pada pencapaian suatu tujuan, yakni kepuasan. Menurut Newcomb, et. Al (1978) secara sederhana dapat dikatakan bahwa perilaku bermotivasi mencakup segala sesuatu yang dilihat, diperbaruhi, dirasakan, dan dipikirkan seorang dengan cara yang sedikit banyakmya berintegrasi didalam ia mengajar suatu tujuan tertentu.
1. Kebutuhan
Pada manusia terdapat bermacam-macam kebutuhan yang dapat muncul setiap saat. Kebutuhan-kebutuhan yang pertama-tama harus dipenuhi adalah kebutuhan-kebutuhan yang jika tidak dapat terpenuhi manusia tak dapat mempertahankan hidupnya, seperti makanan dan oksigen. Kebutuhan-kebutuhan seperti ini disebut kebutuhan dasar atau kebutuhan-kebutuhan primer atau kebutuhan fisiologi. Akan tetapi, kalau hanya kebutuhan-kebutuhan primer saja yang terpenuhi, manusia tak dapat hidup wajar, sejahtera, sehat dan bahagia. Manusiia membutuhkan sesuatu yang lain, yang dapat memberikan perasaan sejahtera dan bahagia, seperti kebutuhan akan cinta, kasih sayang, pujian, kebebasan bertindak atau mengemukakan pendapat, rasa aman, jaminan, hak, dsb. Kebutuhan-kebutuhan semacam ini bersifat psikologis, yang disebut oleh ahli-ahli kebutuhan sekunder atau kebutuhan psikologis.
Menurut Ralph Linton ada beberapa kebutuhan psikologis yang harus dipenuhi, sebagai kebutuhan yang penting agar seseorang dapat hidup sejahtera tampa hambatan-hambatan dalam perkembangan intelek, emosional, maupun penyesuaian diri. Kebutuhan-kebutuhan itu adalah:
a. Respon emosional, misalnya pujian, perhatian, kasih sayang.
b. Perasaan aman, sehingga tidak merasa tertekan dalam menampilkan diri, mengemukakan ide atau pendapat.
c. Pengalaman atau hal yang baru, yang memberikan kesempatan untuk mengetahui, mengalami atau mempelajari sesuatu yang baru. Keinginan belajar, membaca surat kabar, dan semacamnya adalah perwujudan dari kebutuhan jenis ini.
Beberapa pembagian menurut Ralph Linton, masih ada beberapa pengelompokan yang dikemukakan oleh ahli lain. A.H. Maslow mengemukakan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi agar perkembangan anak yang dapat berlangsung dengan baik. Kebutuhan-kebutuhan itu adalah:
a. Kebutuhan fisiologis
b. Kebutuhan akan perasaan aman (safety)
c. Kebutuhan akan kasih sayang dan kebutuhan memiliki dan dimiliki (love and belonging).
d. Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami sesuatu (desire to know and to understand)
e. Kebutuhan akan penghargaan (esteem)
f. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan atau mewujudkan diri sendiri (self actualization)
L. J. Cronbach mengemukakan macam-macam kebutuhan sebagai berikut:
a. Kebutuhan akan efeksi, keinginan seseorang untuk memperoleh sambutan atau perlakuan mesra dari orang lain, seperti orang tua, guru, atasan, dsb.
b. kebutuhan untuk diterima dilingkungan teman sebaya, atau dalam kelompok, agar tidak merasa tersisi.
c. Kebutuhan untuk diterima oleh tokoh-tokoh yang berpengaruh, dalam arti dipahami pendapat-pendapatnya, kemampuan dan prestasinya,
d Kebutuhan akan rasa bebas dan tidak tertekan dalam bertindak sejauh tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
e. Kebutuhan akan harga diri, yang sangat dibutuhkan dalam mengembangkan rasa percaya diri.
2. Prilaku
Aspek kedua dari lingkungan motivasi adalah prilaku yang digunakan sebagai alat atau cara supaya tujuan dapat tercapain, yang oleh C.T. Morgan, disebut dengan istilah instrumental behavior.
Menurut C.T. Morgan, instrumental behavior itu adalah:
a. Aktivitas. Aktivitas ialah gerakan-gerakan yang timbul menyertai adanya kebutuhan, seperti gerakan-gerakan bayi yang sedang lapar, atau gerakan-gerakan gelisah yang ditunjukkan oleh orang yang sedang menunggu seorang yang sangat diharapkan kedatangannya.
b. Gerakan-gerakan naluria. Gerakan-gerakan yang dilakukan tampa latihan sebelumnya.
c. Refleks. Gerakan yang diperlihatkan oleh seseorang untuk melindungi tubuh dari kemungkinan cacat atau cidera. Gerakan ini cepat sekali karena perintah bergerak tidak sampai ke otak.
d. Belajar secara instrumental. Mempelajari sesuatu tampa sengaja. Kejadian yang selalu berulang cenderung berlangsung secara otomatis. Belajar secara instrumentalnmenggunakan prinsip otomatisme dalam proses belajar.
3. Tujuan
Tujuan dapat berfungsi motivasi prilaku. Tujuan juga menentukan tingkat keaktifan kita dalam prilaku, karena perilaku selain ditentukan oleh motif dasar juga ditentukan oleh keadaan dari tujuan. Disamping ada tujuan utama (primary goal), ada pula tujuan sekunder (secondary goal). Seorang anak yang ingin makan menangis. Ibunya selalu mengendong sambil memberi makan. Kebutuhan utamanya makan terpenuhi, tetapi ia juga merasa senang karena digendong, maka kebutuhan skundernya juga terpenuhi yaitu:
B. Motivasi Instrinsik Dan Ekstrinsik
Dari mana motivasi itu bersumber? Sumber datangnya motivasi biasanya digolongkan kedalam dua: dari dalam dan dari luar diri orang yang bermotivasi. Motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang disebut motivasi instrinsik dan motivasi yang bersumber dari luar diri seseorang disebut motivasi ekstrinsik.
Motivasi intrinsik didasarkan pada teori bahwa dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan yang bertujuan untuk mencapai pemuasan. Dorongan-dorongan itu tidak dipelajari tapi bekerja secara naluria. Teori instrinsik didasarkan pada teori pengaruh lingkungan atau proses belajar. Bahwa keinginan-keinginan itu tidak semuanya bersumber dari naluri, tetapi sebagian adalah hasil proses belajar atau pengaruh lingkungan.
C. Pentingnya Motivasi Dalam Belajar
Mereka pada umumnya berpendapat bahwa orang hanya dapat belajar dengan penuh perhatian kalau didalamnya ada kebutuhan, ada minat, ada harapan atau cita-cita yang ingin dicapai sehubungan dengan ini ada yang menyarankan 4 kondisi motivasi yaitu minat, yaitu: relevansi, harapan untuk berhasil, dan kepuasan. Minat menunjukkan apakah rasa ingin tahu siswa dibangkitkan dan dipelihara secara terus menerus sepanjang kegiatan pembelajaran, sedangkan relevansi menunjukkan adanya keterkaitan antara kebutuhan siswa dengan aktifitas belajar. Harapan menunjukkan kemungkinan sisiwa mencapai keberhasilan dalam belajar, sedangkan kepuasan menunjukkan gabungan hadiah ekstrinsik dengan motivasi, atau kesesuaian dengan yang diantisipasi siswa.
D. Fungsi Motivasi
Pada umumnya ahli mengakui bahwa motivasi itu bekerja menurut tiga fungsi yang penting, yaitu:
1. Fungsi Memberikan Kekuatan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisiwa yang berprestasi motivasinya lebih tinggi dari pada siswa yang kurang berprestasi. Dalam mengajar suatu tujuan, seorang bisa dihingggapi kebosanan kejenuhan yang mengarah kepada keputusasaan.
2. Fungsi Menyaring
Motivasi tidak bekerja serampangan, melainkan memilih objek-objek sesuai dengan minat atau harapa-harapan. Motivasi bukan hanya menyaring apa yang akan dikerjakan, tetapi ia juga menyaring bagaimana mengerjakan. Oleh sebab itu, yang berbeda untuk mengatasinya, berbeda dalam memilih prioritasnya, dan berbeda dalam menentukan urutan pelaksanaan, dan sebagainya.
3. Fungsi Mengarahkan
Motivasi juga berfungsi mengarahkan prilaku, ketepatan arah dan sasaran dalam bertindak sangat penting, untuk menghindari pemborosan waktu dan tenaga. Motivasi sebagai pengarah perilaku sangat penting dalam proses belajar.
Motivasi sebagai pembangkit energy, penyaring kegiatan, dan pengarah perilaku berhubungan erat dengan minat dan sikap. Pemisahan satu fungsi motivasi dari keseluruhan pola tekanan dari dalam yang mengespresikan dirinya sendiri sebagai perilaku yang tampak tidak mungkin dilakukan.
Sumber: Salmiati Dkk (Universitas Muhammadyah Makasar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar